5 Software Penting yang Harus Dikuasai oleh Mine Engineer
Menjadi Mine Engineer tidak cukup hanya memahami teori pertambangan. Dalam pekerjaan sehari hari, berbagai data teknis perlu diolah menjadi model, desain, evaluasi, dan rencana penambangan yang dapat digunakan untuk mendukung keputusan operasional.
Karena itu, kemampuan menggunakan software pertambangan menjadi salah satu kompetensi penting bagi Mine Engineer.
Software membantu Mine Engineer mengerjakan berbagai kebutuhan, mulai dari geological modelling, block modelling, mine design, pit optimization, hingga mine scheduling.
Namun, Anda tidak harus menguasai semua software sekaligus. Yang lebih penting adalah memahami software mana yang sesuai dengan workflow pekerjaan Anda.
Mengapa Mine Engineer Perlu Menguasai Software?
Mine planning merupakan proses yang melibatkan desain, scheduling, evaluasi, dan optimasi. Dalam praktiknya, proses tersebut membutuhkan pengolahan data dan pemodelan yang sulit dilakukan hanya dengan perhitungan manual.
Software membantu Mine Engineer memvisualisasikan kondisi tambang dalam lingkungan 3D, mengolah block model, membuat desain pit, mengevaluasi material, serta menguji berbagai skenario perencanaan.
Karena itu, kemampuan software sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kompetensi teknis Mine Engineer, bukan sekadar kemampuan tambahan.
Software Penting yang Perlu Dipelajari Mine Engineer
Tidak ada satu software yang digunakan untuk seluruh pekerjaan pertambangan. Setiap software memiliki fokus dan workflow yang berbeda.
Beberapa software yang penting untuk Anda kenali antara lain:
1. GEOVIA Surpac
GEOVIA Surpac merupakan software untuk geological modelling dan mine planning yang digunakan pada operasi tambang terbuka maupun bawah tanah.
Surpac dapat digunakan untuk mengelola data drillhole, melakukan analisis geostatistik, membuat resource model, melakukan block modelling, hingga mengembangkan mine design dan mine plan.
Bagi Mine Engineer, kemampuan menggunakan Surpac dapat membantu menghubungkan data geologi dengan kebutuhan desain dan perencanaan tambang.
2. Maptek Vulcan
Maptek Vulcan merupakan software 3D mining yang mencakup geological modelling, mine design, scheduling, survey, drill and blast, geotechnical analysis, hingga optimization.
Vulcan memungkinkan data teknis diolah menjadi model 3D, desain tambang, dan operating plan.
Karena cakupannya cukup luas, Vulcan dapat digunakan dalam berbagai tahapan workflow pertambangan, mulai dari pemodelan hingga perencanaan dan evaluasi operasi.
3. HxGN MinePlan
HxGN MinePlan menyediakan berbagai tools untuk mine planning, mine design, pit optimization, dan scheduling.
Pada perencanaan tambang terbuka, MinePlan dapat digunakan untuk menentukan ultimate pit, mengevaluasi berbagai skenario pit optimization, mengembangkan pushback, hingga menyusun strategic dan short term mine plan.
Software ini relevan bagi Mine Engineer yang bekerja pada workflow perencanaan tambang dan membutuhkan hubungan antara desain, optimasi, serta scheduling.
4. Deswik
Deswik memiliki rangkaian software yang mencakup mine design, planning, scheduling, optimization, dan operational planning.
Salah satu kekuatannya adalah integrasi antara desain dan scheduling. Perubahan desain dapat dihubungkan dengan proses scheduling sehingga Mine Engineer dapat mengevaluasi dampaknya terhadap rencana produksi.
Deswik juga digunakan untuk berbagai horizon perencanaan, mulai dari strategic planning hingga short term planning.
5. Datamine
Datamine menyediakan berbagai software untuk geological modelling, resource modelling, mine design, planning, dan scheduling.
Salah satu contohnya adalah Studio OP, yang berfokus pada open pit design serta medium dan short term operational scheduling.
Software tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan planning block model, membuat desain pit dan mining phase, menghasilkan mining block reserves, kemudian menggunakannya dalam proses scheduling.
Baca juga: Tugas Mine Plan Engineer: Peran, Skill, dan Peluang Karier di Tambang
Jangan Hanya Menguasai Software, Pahami Workflow-nya
Menguasai software bukan berarti Anda harus hafal seluruh menu dan tools yang tersedia.
Yang lebih penting adalah memahami mengapa software tersebut digunakan dan bagaimana hasilnya digunakan pada tahap berikutnya.
Contohnya, workflow mine planning dapat melibatkan:
Data Geologi → Geological Model → Block Model → Pit Optimization → Pit Design → Mine Scheduling → Production Plan
Setiap tahap membutuhkan pemahaman teknis yang berbeda.
Anda mungkin bisa membuat pit design di dalam software, tetapi tetap perlu memahami parameter seperti pit slope, berm, ramp, mining width, ore dan waste, cut off grade, serta batasan operasional untuk menghasilkan desain yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Bagaimana Urutan Belajar Software untuk Mine Engineer?
Jika Anda masih mahasiswa atau fresh graduate, jangan langsung mengejar banyak software.
Bangun kemampuan secara bertahap.
Pertama, pahami dasar mine planning dan mine design.
Sebelum menggunakan software, Anda perlu memahami konsep yang akan diterapkan seperti block model, pit geometry, stripping ratio, scheduling, dan parameter teknis lainnya.
Kedua, pilih satu software utama.
Mulailah dengan software yang sesuai dengan bidang yang ingin Anda tekuni. Fokus pada workflow dasar sampai Anda mampu menyelesaikan sebuah studi secara utuh.
Ketiga, pelajari workflow yang lebih kompleks.
Setelah memahami dasar, lanjutkan ke pit optimization, scheduling, sensitivity analysis, atau workflow lain yang relevan dengan posisi yang Anda targetkan.
Keempat, bangun kemampuan membaca dan mengevaluasi hasil.
Ini bagian yang sering terlupakan.
Mine Engineer bukan hanya dituntut menghasilkan desain atau schedule dari software. Anda juga perlu memahami apakah hasil tersebut masuk akal secara teknis, operasional, dan ekonomi.
Lihat Detail terkait sertifikasi dan pelatihan yang bisa membantu Anda memahami penggunaan software tersebut:
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa software merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikuasai Mine Engineer.
Beberapa software yang relevan untuk dipelajari antara lain GEOVIA Surpac, Maptek Vulcan, HxGN MinePlan, Deswik, dan Datamine. Masing masing memiliki kemampuan dan workflow yang berbeda untuk mendukung geological modelling, mine design, pit optimization, mine planning, maupun scheduling.
Namun, kemampuan software saja tidak cukup.
Mine Engineer yang kuat perlu memahami konsep pertambangan, workflow teknis, parameter desain, pengolahan data, serta cara mengevaluasi hasil software.
Referensi
- GEOVIA Surpac, Dassault Systèmes
- Maptek Vulcan, Maptek
- HxGN MinePlan, Hexagon
- Deswik Planning, Deswik
- Datamine Studio OP, Datamine
- Mine Planning and Scheduling, Monash University

