Good Mining Practice: Pengertian, Aspek, dan Penerapannya dalam Pertambangan
Pertambangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana mineral atau batubara diambil dari dalam bumi. Di balik kegiatan produksi terdapat berbagai aspek yang harus dikelola secara bersamaan, mulai dari teknis penambangan, keselamatan kerja, konservasi sumber daya, pengelolaan lingkungan, hingga penggunaan teknologi.
Karena itu, kegiatan pertambangan perlu dijalankan berdasarkan kaidah yang memastikan aktivitas operasional tetap aman, efektif, efisien, dan bertanggung jawab. Prinsip inilah yang dikenal sebagai Good Mining Practice (GMP) atau kaidah pertambangan yang baik.
Lantas, apa sebenarnya Good Mining Practice, apa saja aspek yang termasuk di dalamnya, dan bagaimana penerapannya dalam kegiatan pertambangan?
Apa Itu Good Mining Practice?
Good Mining Practice adalah penerapan kaidah pertambangan yang baik dalam seluruh kegiatan usaha pertambangan agar aktivitas pertambangan dapat berjalan secara aman, efektif, efisien, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam regulasi Indonesia, konsep kaidah pertambangan yang baik tidak hanya berbicara tentang teknik penambangan. Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 membagi kaidah pertambangan yang baik ke dalam kaidah teknik pertambangan yang baik dan tata kelola pengusahaan pertambangan.
Artinya, Good Mining Practice mencakup aspek teknis sekaligus bagaimana kegiatan pertambangan dikelola secara menyeluruh.
Mengapa Good Mining Practice Penting dalam Kegiatan Pertambangan?
Pertambangan merupakan kegiatan dengan karakteristik dan risiko yang kompleks. Kesalahan dalam perencanaan, pelaksanaan operasional, keselamatan, maupun pengelolaan lingkungan dapat memberikan dampak yang besar.
Karena itu, penerapan Good Mining Practice penting untuk membantu perusahaan memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai standar dan ketentuan.
1. Menjaga Keselamatan Pertambangan
Keselamatan menjadi bagian penting dalam penerapan kaidah pertambangan yang baik, baik dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja maupun keselamatan operasi pertambangan.
2. Mendukung Efisiensi dan Efektivitas Operasional
Good Mining Practice membantu kegiatan pertambangan dilakukan berdasarkan perencanaan, teknik, pengawasan, dan pengelolaan sumber daya yang tepat sehingga operasional dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
3. Mengurangi Dampak terhadap Lingkungan
Kegiatan pertambangan perlu memperhatikan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, termasuk reklamasi dan pascatambang. ESDM menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan pascaoperasi merupakan salah satu bagian penting dalam keberhasilan penerapan Good Mining Practice.
4. Menjaga Pemanfaatan Sumber Daya Mineral dan Batubara
Penerapan kaidah pertambangan yang baik juga berkaitan dengan konservasi sumber daya agar mineral dan batubara dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai prinsip pengelolaan yang berlaku.
Baca juga: Pelatihan Pengawas Operasional Pertambangan: Pilihan Program, Biaya & Cara Daftar
Apa Saja Aspek Good Mining Practice?
Untuk memahami Good Mining Practice secara lebih tepat, penting membedakan antara kaidah teknik pertambangan yang baik dan keseluruhan kaidah pertambangan yang baik.
Berdasarkan Permen ESDM No. 26 Tahun 2018, kaidah teknik pertambangan yang baik untuk pemegang IUP/IUPK mencakup beberapa aspek utama berikut.
1. Teknis Pertambangan
Aspek teknis mencakup bagaimana kegiatan pertambangan direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kaidah teknis yang sesuai.
Pembahasannya dapat berkaitan dengan tahapan seperti eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengangkutan, pengolahan atau pemurnian, hingga kegiatan pascatambang sesuai ruang lingkup kegiatan usaha.
2. Konservasi Mineral dan Batubara
Konservasi bertujuan memastikan sumber daya mineral dan batubara dikelola secara optimal dan tidak terjadi pemborosan dalam pemanfaatannya.
Aspek ini penting karena kegiatan pertambangan berhubungan langsung dengan sumber daya yang jumlahnya terbatas.
3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan
K3 pertambangan berkaitan dengan upaya memastikan tenaga kerja dapat menjalankan aktivitasnya dalam kondisi kerja yang aman dan sehat.
Penerapannya mencakup identifikasi bahaya, pengendalian risiko, prosedur kerja, kompetensi pekerja, serta berbagai sistem keselamatan yang relevan dengan kegiatan pertambangan.
4. Keselamatan Operasi Pertambangan
Selain keselamatan pekerja, kegiatan pertambangan juga harus memastikan fasilitas, instalasi, peralatan, dan aktivitas operasional dapat berjalan dengan aman.
Karena itu, keselamatan operasi menjadi aspek yang tidak terpisahkan dari Good Mining Practice.
5. Pengelolaan Lingkungan, Reklamasi, Pascatambang, dan Pascaoperasi
Kegiatan pertambangan harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan selama kegiatan berlangsung hingga setelah aktivitas pertambangan berakhir.
Pengelolaan lingkungan, reklamasi, dan pascatambang menjadi bagian penting untuk memastikan lahan dan lingkungan terdampak dapat dikelola serta dipulihkan sesuai ketentuan.
6. Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi Pertambangan
Good Mining Practice juga mencakup pemanfaatan teknologi serta kemampuan rekayasa, rancang bangun, pengembangan, dan penerapan teknologi pertambangan.
Teknologi dapat digunakan untuk membantu meningkatkan efektivitas, efisiensi, keselamatan, maupun kualitas pengelolaan kegiatan pertambangan.
Apakah Good Mining Practice Hanya Berkaitan dengan Teknik Penambangan?
Tidak. Good Mining Practice memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar teknik mengambil mineral atau batubara. Dalam Permen ESDM No. 26 Tahun 2018, kaidah pertambangan yang baik juga mencakup tata kelola pengusahaan pertambangan, seperti pemasaran, keuangan, pengelolaan data, pengembangan tenaga kerja teknis pertambangan, pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan kegiatan sesuai IUP/IUPK, serta aspek lainnya sesuai ketentuan.
Dengan demikian, penerapan GMP membutuhkan keterlibatan berbagai fungsi dalam perusahaan, bukan hanya tim operasional di lapangan.
Bagaimana Contoh Penerapan Good Mining Practice di Pertambangan?
Good Mining Practice tidak berhenti sebagai konsep atau dokumen perusahaan. Prinsipnya perlu diterapkan dalam aktivitas pertambangan sehari-hari. Beberapa contoh penerapannya antara lain:
- Perencanaan Tambang yang Sesuai Kaidah Teknis
Kegiatan penambangan dilakukan berdasarkan perencanaan dan kajian teknis yang sesuai dengan kondisi serta karakteristik tambang. - Pengendalian Risiko Keselamatan
Potensi bahaya diidentifikasi sebelum pekerjaan dilakukan, kemudian dikendalikan dengan metode yang sesuai untuk mengurangi risiko terhadap pekerja maupun kegiatan operasional. - Pengelolaan Lingkungan dan Reklamasi
Dampak kegiatan pertambangan dipantau dan dikelola, sementara reklamasi serta kegiatan pascatambang direncanakan dan dilaksanakan sesuai kewajiban yang berlaku. - Konservasi Sumber Daya
Pemanfaatan mineral dan batubara dilakukan secara optimal dengan memperhatikan prinsip konservasi sehingga sumber daya dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. - Penggunaan Teknologi untuk Mendukung Operasional
Teknologi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan seperti pemantauan, pengukuran, perencanaan, keselamatan, pengelolaan data, maupun peningkatan efektivitas operasional.
Apa Peran Tenaga Kerja dalam Penerapan Good Mining Practice?
Penerapan Good Mining Practice tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan atau manajemen.
Tenaga kerja di berbagai fungsi juga memiliki peran dalam memastikan kaidah pertambangan yang baik benar-benar diterapkan di lapangan.
Pengawas operasional, misalnya, memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan dilakukan sesuai prosedur, mengawasi keselamatan, mengendalikan risiko, mengarahkan tim, dan memastikan aktivitas operasional berjalan sesuai ketentuan.
Karena itu, kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam keberhasilan penerapan Good Mining Practice.
ESDM juga terus mendorong pengembangan kompetensi SDM pertambangan sebagai bagian dari upaya mendukung praktik pertambangan yang baik. Pada 2026, PPSDM Geominerba misalnya menyelenggarakan pelatihan kompetensi teknis yang secara eksplisit diarahkan untuk mendukung penerapan Good Mining Practice.
Apa Hubungan Good Mining Practice dengan Kompetensi Pengawas Tambang?
Pengawas berada cukup dekat dengan aktivitas operasional sehari-hari. Keputusan dan tindakan yang dilakukan di level pengawasan dapat berpengaruh terhadap keselamatan, efektivitas pekerjaan, pengendalian risiko, serta kepatuhan terhadap prosedur.
Karena itu, pengawas perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai prinsip-prinsip Good Mining Practice dan bagaimana menerapkannya dalam pekerjaan.
Kompetensi tersebut dapat dikembangkan melalui pelatihan maupun sertifikasi yang relevan dengan fungsi dan jenjang tanggung jawab pengawasan.
Baca juga insights menarik lainnya berikut ini:
Bagaimana Cara Meningkatkan Kompetensi Good Mining Practice?
Pemahaman Good Mining Practice dapat dibangun melalui beberapa langkah:
- Memahami regulasi dan kaidah pertambangan yang berlaku
- Memperkuat kompetensi teknis sesuai bidang pekerjaan
- Memahami K3 dan pengendalian risiko
- Memahami pengelolaan lingkungan dan konservasi
- Mengikuti pelatihan yang relevan dengan tanggung jawab pekerjaan
- Menerapkan kompetensi tersebut dalam aktivitas operasional sehari-hari
Bagi tenaga kerja pertambangan, pengembangan kompetensi menjadi semakin penting ketika tanggung jawab pekerjaan mulai berkembang dari pelaksanaan tugas menuju fungsi pengawasan dan pengambilan keputusan.
Tingkatkan Kompetensi Pertambangan Bersama Pitindo Training
Memahami Good Mining Practice bukan hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi tenaga kerja yang terlibat langsung dalam kegiatan pertambangan.
Pitindo Training mengembangkan program training dan sertifikasi pertambangan dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan pengalaman industri. Good Mining Practice juga menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam program pelatihannya, dengan menghubungkan aspek keselamatan, efisiensi operasional, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan.
Pilihan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, mulai dari pelatihan teknis pertambangan, sertifikasi pengawas operasional, sertifikasi kompetensi BNSP, hingga pengembangan kompetensi spesialis pertambangan.
Jika Anda ingin memperkuat kompetensi dan memahami penerapan kaidah pertambangan yang baik secara lebih mendalam, pilih program pelatihan yang sesuai dengan bidang pekerjaan dan kebutuhan pengembangan kompetensi Anda.

